ANALISIS PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN FIQIH PADA MI Ya BAKII KESUGIHAN 02 KABUPATEN CILACAP

MASKUR, MASKUR (2021) ANALISIS PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN FIQIH PADA MI Ya BAKII KESUGIHAN 02 KABUPATEN CILACAP. Masters thesis, PASCASARJANA IAIN PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Cover_Bab I_Bab V_Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Maskur_Analisis Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Fiqih pada MI Ya BAKII Kesugihan 03 Cilacap.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Dunia pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu yang terkait dengan pembentukan pemberadaban, pemberbudayaan manusia, dan pendewasaan manusia seutuhnya. Jadi, pendidikan merupakan sala satu factor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dari beberapa data menunjukan tentang posisi dunia pendidikan Indonesia. Berdasarkan data yang diteritkan oleh United Nation Development Programme (UNDP), pada tahun 2012 Indonesia berada pada posisi 121 dari 187 negara territorial. Human Development Index Indonesia menunjuk pada angka 0,629 sejajar dengan Afrika Selatan. Angka tersebut masih berada pada daerah median keseluruhan HDI dari 187 negara. Sedangkan peringkat Indonesia diantara 12 Negara Asia Tenggara lainya, berada pada daerah tengah bersama Vietnam dengan angka HDI 0,62. Data tersebut menunjukan bahwa Indonesia perlu melakukan sesuatu yang tepat untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Melihat kondisi tersebut, pemerintah Indonesia telah menyusun Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 yang mengatur system pendidikan Indonesia. Pasal 3 UU No. 20 mengatur tentang fungsi pendidikan nasional sebagai berikut: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensipeserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun fakta dilapangan proses penilaian terhadap siswa selama ini sebagian besar bertumpu pada aspek kognitif saja, disemua jenjang, dari penilaian di kelas sampai ke penilaian tingkat nasional. Disamping itu, tes yang digunakan bertumpu pada satu jenis soal. Penilaian dalam kurikulum 2013 menekankan pada penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, ketrampilan mulai dari masukan (input) pemkbelajaran. Melihat permasalahan yang terjadi, ada sebuah potensi yang harus dikembangkan terutama pada system penilaian autentik dengan mencoba menganalisis penilaian autentik yang berkualitas. Dalam hal ini menjadi menarik untuk melakukan penelitian dan penganalisaan berkaitan denganviii penilaian autentik. Terkait dengan permasalahan tersebut, penelitianya adalah “Analisis Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Fiqih di MI Ya BAKII Kesugihan 02 Cilacap”. Berdasarkan hasil observasi awal, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kendala yang dialami oleh guru-guru di MI Ya BAKII Kesugihan 02 adalah banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013. Kedua, penilaian dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Ketiga, guru merasa terbebani karena harus menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per-mata pelajaran. Hasil dari observasi awal ini adalah penilaian auntentik dilakukansecara terus menerus selama kegiatan pembelajaran fiqih berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain. Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Untuk mengatasi kendala tersebut diharapkan ruang lingkup pada penilaian dapat diperkecil. Dan guru-guru berharap Pemerintah memberikan pelatihan yang lebih dalam lagi kepada guru-guru yang belum memahami Kurikulum 2013. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Jenis penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada paradigma filsafat postpositifisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah di mana peneliti sebagai instrumen. Data yang akan peneliti kumpulkan menggunakan pendekatan Studi Kasus.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penilaian Autentik
Subjects: 000 Generalities > 001 Knowledge
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.3 Pendidikan > 2x7.32 Bustanul Atfal dan Madrasah Ibtidaiyah > 2x7.3209 Kurikulum
Divisions: Pascasarjana > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Sdr Maskur M
Date Deposited: 02 Mar 2021 02:37
Last Modified: 02 Mar 2021 02:37
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/9999

Actions (login required)

View Item View Item