ANALISIS PRAKTIK DEREP PADI MASYARAKAT DESA WARUNGPRING, KECAMATAN WARUNGPRING, KABUPATEN PEMALANG PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Ni'ma, Muflihati (2021) ANALISIS PRAKTIK DEREP PADI MASYARAKAT DESA WARUNGPRING, KECAMATAN WARUNGPRING, KABUPATEN PEMALANG PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI NI'MA MUFLIHATI 1617201160.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Desa Warungpring merupakan salah satu desa di Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang yang memiliki tradisi dalam panen padi yang dinamakan derep. Pihak yang terlibat dalam praktik derep ini terdiri dari dua yaitu buruh derep dan petani (petani biasa, petani maro dan petani tebasan). Upah yang diberikan petani kepada buruh derep bukan berbentuk uang namun hasil panen yang disebut bawon. Bawon dihasilkan dari perhitungan sepersepuluh hasil panen dan dibagikan ke seluruh buruh derep. Hal ini membuat tidak ada kejelasan berapa banyak upah yang akan didapat di awal akad. Selain upah petani juga memberikan bonus bagi buruh derep yang rajin sebagai apresiasi. Bonus yang diberikan berkisar antara 3-5 Kg. Dalam perjanjian derep ini tidak dilakukan secara tertulis hanya perjanjian lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik derep padi yang dilakukan masyarakat Desa Warungpring dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisi data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik derep ini termasuk akad ijarah al-a’mal. Praktik derep padi ini sudah memenuhi rukun dan syarat. Namun, dalam syarat upah kurang terpenuhi karena adanya ketidakjelasan dalam hal upah. Upah dalam praktik derep padi termasuk ke dalam ajrun al-musamma atau upah yang telah disebutkan. Walaupun demikian, tradisi derep padi ini boleh dilakukan karena tidak terdapat mudharat di dalamnya. Berdasarkan kaidah fiqih (al-‘adatu muhakkamah) praktik derep ini boleh dilakukan karena tidak ada yang melanggar syariat dalam praktiknya. Kata kunci: derep padi, ijarah, upah. ANALYSIS OF RICE DEREP PRACTICES OF WARUNGPRING VILLAGE COMMUNITY, WARUNGPRING SUB-DISTRICT, PEMALANG REGENCY ON THE ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE Ni’ma Muflihati NIM. 1617201160 Email: nimamuf73@gmail.com Departmen Of Islamic Economics, Faculty Of Economics And Islamic Business State Institute Of Islamic Studies (IAIN) Purwokerto ABSTRACT Warungpring Village is one of the village in Warungpring Subdistrict, Pemalang Regency which has tradition of harvesting called derep. The parties involved in this derep practice consist of two, namely derep laborers and farmers (ordinary farmers, maro farmers and tebasan farmers). The wages given by farmers to derep workers are not in the form of money but rather a harvest called bawon. Bawon is generated from the calculation of 1/10 of the harvest and distributed to all derep workers. This makes it unclear how much wages will be earned at the beginning of the contract. In addition to farmer’s wages, they also provide bonus for diligent workers as appreciation. The bonuses given range from 3-5 Kg. in this derep agreement, it is not done writing, only by oral agreement. This study aims to determine how rice derep practice carried out by the people of Warungpring Village in an Islamic economic perspective. This research is a field research with qualitative research type. Data collection techniques using interview, observation and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that derep practice was included in the ijarah al-a’mal contract. This rice derep practice has met the pillars and requirements. However, the wage requirements are not fulfilled because of unclear wages. Wages in derep practice are included in the ajrun al-musamma or wages that have been mentioned. However, this rice derep tradition can be done because there is no harm in it. Based on the rules of fiqh (al-‘adatu muhakkamah), this derep practice can be done because no one violates the law in practice. Key Words: Rice Derep, Ijarah, Wages.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: derep, ijarah, upah
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.24 Persekutuan (Syirkah, Qirad, Mudhorobah, Murabahah, Musaqoh, Muzaroah)
2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.29 Aspek Muamalah lain (Taflis, Ihya ul mawaat, Ujroh (upah)Hajr, Luqatah, Kharaj, Jizyah)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: Ni'ma Muflihati sdr
Date Deposited: 22 Feb 2021 07:07
Last Modified: 22 Feb 2021 07:07
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/9315

Actions (login required)

View Item View Item