KERELAAN ISTRI MELEPAS HAK-HAKNYA DALAM MASA ‘IDDAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Darmayasa Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara)

Nasta'in, - (2020) KERELAAN ISTRI MELEPAS HAK-HAKNYA DALAM MASA ‘IDDAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Darmayasa Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
NASTA'IN_KERELAAN ISTRI MELEPAS HAK-HAKNYA DALAM MASA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
NASTAIN_COVER_BAB I_BAB V_DAPUS (1).pdf

Download (485kB) | Preview

Abstract

Pemenuhan hak dalam masa ‘iddah didasari dengan adanya hukum baru setelah bercerai, adapun pemenuhan hak-hak dalam masa ‘iddah di desa Darmayasa ialah sudah terjadi perceraian namun tidak terpenuhinya hak-hak istri dalam masa ‘iddah dan istri tidak menuntut sebab sudah pernah terjadi pertengkaran. Sehingga istri dalam hal ini istri merelakan hak-haknya tidak diterima dari suaminya. penelitian ini akan menganalisis alasan istri merelakan hak-hak dalam masa’iddah. Penelitian yang penulis lakukan merupakan termasuk penelitian lapangan (cose study) yaitu suantu penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga, atau gejala tertentu yang hanya meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit tetapi memiliki sifat penelitian kasus yang lebih mendalam, adapun pendekatan penelitian ini yang peneliti lakukan adalah hukum Islam, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji permasalahan hukum yang ada di masyarakat dan dipandang menggunakan hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan yaitu data Pengadilan Agama Banjarnegara dan hasil wawancara. Penelitian ini menunjukan bahwa istri merelakan hak-haknya dalam masa ‘iddah, ketentuan hak ‘iddah dalam Islam seharusnya dipenuhi oleh suami, namun pada kenyataannya suami tidak memenuhinya, dengan berbagai alasannya istri nampak merelakan hak-hak itu tidak dipenuhi suaminya saat masa ‘iddah, dengan bebrapa alasan diantaranya adalah karena suami tidak mampu, tidak mengetahui hukumnya, kemudian berbagai alasan istri merelakan hak-haknya demi menghindari hal buruk yang kemungkinan terulang kembali. Keputusan istri merelakan hak-hak istri dalam masa ‘iddah juga sudah tepat dengan alasan, suami tidak mampu, acuh, tidak paham hukum, istri tidak menuntut, suami meninggalkannya, dibanding ia menanti pemenuhan hak-hak dari suaminya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hak-Hak ‘Iddah, Pemenuhan, Kerelaan, Masa ‘iddah, Sosiologis, Hukum Islam
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.34 Iddah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Sdr Nastain N
Date Deposited: 06 Nov 2020 01:39
Last Modified: 06 Nov 2020 01:39
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/8701

Actions (login required)

View Item View Item