PENINGKATAN KONTROL DIRI PADA SALIK REMAJA TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GOMBONG KEBUMEN

LUTFIE, MU’AMAR ZA’IMUDDIN (2020) PENINGKATAN KONTROL DIRI PADA SALIK REMAJA TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GOMBONG KEBUMEN. Masters thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
Cover_Bab I_Bab V_Daftar Pustaka.pdf

Download (633kB) | Preview
[img] Text
Lutfie Mu'amar Za'imuddin_Peningkatan Kontrol Diri Pada Salik Remaja Tarekar Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren Darussalam Gombong Kebumen.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB)

Abstract

Permasalahan moralitas remaja yang terjadi karena pendidikan akhlak pada tataran praktis dinilai masih terlalu eksoteris sentris, sehingga wilayah esoteric pada pendidikan akhlak kurang diperhatikan. Padahal akhlak sebagai ekspresi perilaku muncul dari wilayah esoteric. Salah satu wilayah esoteric yang menentukan baik buruknya perilaku adalah kontrol diri. Oleh karena itu menghadapi persoalan ini, pendekatan tasawuf dipilih sebagai solusi. Secara spesifik adalah tasawuf amali yaitu Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Amaliyah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) ini kemudian dianalisis menggunakan teori kontrol diri Hirschi dan Gottfredson untuk melihat model peningkatan dan aspek-aspek kontrol diri pada salik remaja Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Tujuan penelitian ini menemukan pola atau model dalam peningkatan kontrol diri pada salik remaja TQN di Pondok Pesantren Darussalam Gombong Kebumen. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi. Subjek penelitian adalah amaliyah TQN dari para salik remaja. teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi partisipatoris, dan dokumentasi. Adapun analisis penelitian ini meliputi tahap sebelum di lapangan, selama di lapangan dan sesudah di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data ditemukan bahwa amaliyah TQN para salik remaja terdiri dari tiga tahapan yaitu, tahapan pra-bai’at, bai’at, dan tahap pelaksanaan dzikir yang berupa tiga jenis dzikir yaitu dzikir jahr, dzikir sirr, dan dzikir hifz al-anfas. Adapun pola peningkatan kontrol diri salik remaja TQN di Pondok Pesantren Darussalam dapat dilihat pada tiga aspek yaitu behavioral control, cognitive control, dan decisional control. Model kontrol diri para salik remaja di Pondok pesantren Darussalam dalam melakukan pengendalian dua arah terhadap stimulus dari luar, dan dorongan-dorongan yang berasal dari dalam dilakukan dengan teknik removing or avoiding (berpindah atau menghindari), continuous proactive restrain (pengekangan proaktif dan berkelanjutan) bukan dengan cara penjenuhan seperti yang ditawarkan dalam konsep teori kontrol diri, dan pengendalian diri dilakukan dengan aversive stimuli atau melawan dengan stimulus lain yang berlawanan, dan cara yang terakhir adalah self reinforcement atau memperkuat diri.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tasawuf, Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, Kontrol Diri
Subjects: 2x5 Akhlak dan Tasawuf > 2x5.3 Tarekat
2x5 Akhlak dan Tasawuf > 2x5.3 Tarekat > 2x5.31 Qadiriyah
2x5 Akhlak dan Tasawuf > 2x5.3 Tarekat > 2x5.32 Naqsyabandiyah
300 Social sciences > 370 Education > 373 Secondary education
Divisions: Pascasarjana > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr. lutfie MZ
Date Deposited: 20 Oct 2020 02:34
Last Modified: 20 Oct 2020 02:34
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/8304

Actions (login required)

View Item View Item