PENETAPAN HAK HADANAH ANAK YANG BELUM MUMAYIZ KEPADA AYAH (Analisis Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 0295/Pdt.G/2015/PA.Pwt)

ANGGUN RETNO WARDANI, NIM. 1223201002 (2016) PENETAPAN HAK HADANAH ANAK YANG BELUM MUMAYIZ KEPADA AYAH (Analisis Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 0295/Pdt.G/2015/PA.Pwt). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
COVER_DAFTAR ISI_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (821kB) | Preview
[img] Text
ANGGUN_PENETAPAN HAK HADANAH ANAK YANG BELUM MUMAYIZ.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Hadanah adalah kegiatan mengasuh, memelihara, dan mendidik anak hingga dewasa atau mampu berdiri sendiri. Hadanah anak sangat penting karena akan berpengaruh terhadap masa depan anak tersebut. Yang dianggap paling berhak melakukan hadanah atas anak yang belum mumayiz adalah ibu, karena ibu lebih memiliki rasa kasih sayang, kesabaran, dan perhatian. Hal ini menjadikan suatu permasalahan yaitu bagaimana pertimbangan dan metode ijtihad hakim dalam memutus perkara nomor: 0295/Pdt.G/2015/PA.Pwt tentang penetapan hak hadanah anak yang belum mumayiz kepada ayah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research), pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan dokumentasi yaitu putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 0295/Pdt.G/2015/PA.Pwt. Adapun untuk teknik analisa dalam penelitian ini adalah teknik analisa isi (content analiysis). Pemahaman terhadap data tersebut kemudian disajikan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu digunakan untuk mendeskripsikan segala hal yang berkaitan dengan pokok pembicaraan secara sistematis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap putusan nomor: 0295/Pdt.G/2015/PA.Pwt dalam hal sengketa hak hadanah anak yang belum mumayiz setelah perceraian, ditetapkan hak hadanah anak yang belum mumayiz ada pada ayahnya. Meskipun dalam KHI pasal 105 huruf (a) dan pasal 156 huruf (a) menyebutkan bahwa pemeliharaan anak yang belum mumayiz adalah hak ibunya. Hasil penelitian menunjukan bahwa, putusan hakim tentang penetapan hak hadanah anak yang belum mumayiz kepada ayah dalam perkara tersebut, menurut penulis karena didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan bagi anak, yakni keadaan dan tanggungjawab ayah untuk melakukan hadanah terhadap anak-anaknya lebih baik dibandingkan dengan keadaan dan tanggungjawab ibunya. Disamping itu, ibu dari anak-anak tersebut juga telah merelakan hak hadanah anak-anak yang belum mumayiz diberikan kepada ayahnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: hak hadanah, anak yang belum mumayiz, putusan PA Purwokerto
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.37 Menyusui dan Mengasuh
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Restu Umar Fauzi
Date Deposited: 19 Aug 2016 07:33
Last Modified: 19 Aug 2016 07:33
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/830

Actions (login required)

View Item View Item