MAKNA SIMBOLIK ARSITEKTUR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA SEBAGAI MEDIA DAKWAH PADA MASYARAKAT CIREBON ( Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce )

Atika, Atika (2020) MAKNA SIMBOLIK ARSITEKTUR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA SEBAGAI MEDIA DAKWAH PADA MASYARAKAT CIREBON ( Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce ). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
ATIKA_MAKNA SIMBOLIK ARSITEKTUR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER, BAB I PENDAHULUAN, BAB V PENUTUP, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu yang ada di Pulau Jawa, tepatnya yang ada di Kota Cirebon. Masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan pada masa pemerintahan Sunan Gunung Djati, yaitu pada saat penyebaran Islam di Tanah Jawa, dibangun oleh para Walisongo atau Sembilan Wali. Pembangunan Masjid yang melibatkan lima ratus orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak , dan dari Kota Cirebon sendiri. Masjid Agung Sang Cipta Rasa mempunyai keunikan yaitu arsitektur pintu dengan jumlah sembilan yang mengelilingi Masjid, dibangun atas dasar pendiri Masjid yaitu oleh sembilan Wali. Serta terdapat tujuh puluh empat tiang yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Masjid Agung Sang Cipta merupakan Masjid tertua yang ada di Cirebon. Masjid Agung Sang Cipta Rasa sebagai sarana wisata religi yang ada di Cirebon. Hal demikian membuat peneliti tertarik untuk mengetahui Makna Simbolik atau Pesan Dakwah apa saja yang terkandung dalam Arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana Makna Simbolik yang terkandung dalam Arsitektur sembilan pintu dan tujuh puluh empat tiang yang ada di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Tujuan dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana Makna Simbolik Arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa sebagai Media Dakwah pada Masyarakat Cirebon. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga, yaitu satu Imam besar Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dan dua orang Pengurus Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Peneliti menggunakan metode Kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Semiotika. Ada tiga tahap dalam menganalisis Arsitektur Masjid terhadap Ilmu Semiotika menurut Charles Sanders Peirce yaitu ikon, indeks, dan symbol. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa seluruh Arsitektur Masjid mengandung pesan dakwah dalam pembangunanya, terutama dalam bangunan sembilan pintu, dan tujuh puluh empat tiang Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pesan dakwah atau Makna Simbolik yang disampaikan Arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa diantaranya adalah nilai-nilai ketaqwaan kepada Allah SWT, nilai-nilai kemanusiaan seperti sikap saling menghormati, tolong menolong terhadap sesama tanpa memandang Agama, budaya dan status sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Makna Simbolik, Arsitektur Masjid, Media Dakwah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Subjects: 2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah > 2x7.24 Metode, Media dan Sarana Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah > Manajemen Dakwah
Depositing User: Aris Administrator Perpustakaan IAIN Purwokerto
Date Deposited: 17 Feb 2020 00:23
Last Modified: 17 Feb 2020 00:23
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/6941

Actions (login required)

View Item View Item