Implikasi PerceraianTerhadap Nafkah (Studi Kasus di Desa Semedo dan Karangklesem kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas)

Daryanto, Daryanto (2020) Implikasi PerceraianTerhadap Nafkah (Studi Kasus di Desa Semedo dan Karangklesem kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img] Text
DARYANTO_IMPLIKASI PERCERAIAN TERHADAP NAFKAH ANAK (STUDI KA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perceraian merupakan penghapusan perkawinan dengan putusan hakim atau tuntutan salah satu pihak, dan harus dengan alasan-alasan yang terdapat dalam undang-undang, perceraian tidak berakibat hilangnya kewajiban ayah untuk tetap memberi nafkah kepada anak-anaknya sampai dewasa atau dapat berdiri sendiri. Namun dalam praktinya di Desa Semedo dan Karangklesem Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas ketika terjadinya perceraian, nafkah anak yang seharusnya menjadi tanggung jawab seorang ayah tidak terpenuhi. Latar belakang masalah penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui bagamana implikasi perceraian terhadap nafkah anak di desa Semedo dan Karangklesem Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan normatif sosiologis, dan metode penelitian kualitatif. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari responden yang berkaitan dengan Implikasi Perceraian terhadap Nafkah Anak. Subjek penelitian merupakan istri yang bercerai dan mengasuh anak tetapi tidak mendapatkan nafkah dari mantan suami, sedangkan objek penelitian merupakan nafkah anak pasca perceraian. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang di gunakan yaitu deduktif kualitatif. Dari penelitian ini penulis mendapatkan Kesimpulan bahwa Nafkah anak pasca perceraian di berikan oleh ayah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik berupa makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. di desa Semedo dan Karangklesem Kecamatan Pekuncen kabupaten Banyumas terjadi perbedaan dalam praktik pemberian nafkah anak oleh ayah, sebagian hanya memberikan nafkah kepada anak pada saat anak meminta ataupun diberikan pada saat kondisi tertentu, sedangkan sebagian responden lainya tidak memberikan nafkah apapun, hal ini menunjukan ayah tidak menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam menafkahi anak pasca perceraian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Implikasi, Perceraian, nafkah anak.
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian
2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Aris Administrator Perpustakaan IAIN Purwokerto
Date Deposited: 07 Feb 2020 06:34
Last Modified: 07 Feb 2020 06:34
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/6905

Actions (login required)

View Item View Item