Studi Komparatif Tentang Batasan Melihat Wanita Yang Dipinang Perspektif Mazhab Syafi’i Dan Mazhab Ẓahiri

Fatma, Fajriyati (2019) Studi Komparatif Tentang Batasan Melihat Wanita Yang Dipinang Perspektif Mazhab Syafi’i Dan Mazhab Ẓahiri. Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img] Text
STUDI KOMPARATIF TENTANG BATASAN MELIHAT WANITA YANG DIPINAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
CVOVER_BABI_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (624kB) | Preview

Abstract

Kehidupan manusia salah satu cara untuk berkembang yaitu dengan jalan menikah. Sebelum dilakukannya pernikahan biasanya di sekitar kita dilakukan peminangan terlebih dahulu. Hal ini dianjurkan supaya kedua belah pihak saling mengenal baik fisik maupun pribadi agar di kemudian hari tidak terjadi penipuan dan penyesalan.Untuk itu kedua belah pihak dianjurkan untuk saling melihat. Namun dalam melihat, laki-laki yang akan meminang seorang perempuan terdapat batasannya. Batasan-batasan ini terdapat perbedaan. Diantaranya pendapat dari Mazhab Syafi’i dan Mazhab Ẓahiri, dimana kedua pendapat tersebut sangat bertolak belakang. Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa pria yang akan meminang seorang perempuan hanya boleh melihat sebatas wajah dan kedua telapak tangannya saja, sedangkan Mazhab Ẓahiri membolehkan pria yang akan meminang seorang perempuan untuk melihat seluruh tubuh wanita yang akan dipinangnya itu. Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti hal ini yang meliputi alasan-alasan dari kedua mazhab tersebut dalam membatasi laki-laki melihat wanita yang akan dipinangnya serta komparasi dari kedua pendapat tersebut. Jenis penelitian di sini adalah penelitian normatif, karena penulis menggunakan penelitian kepustakaan atau library research. Sedangkan data dan sumber data yang dibutuhkan itu berasal dari kitab Al-Fiqh al- Islami wa Adillatuh jilid 9, Fiqh Imam Syafi’i jilid 2”karya Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dan kitab Al-Muhalla karya Ibnu Hazm.Karena penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan maka cara mendapatkan data dengan jalan membaca dari berbagai literatur. Sedangkan untuk analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan Mazhab Syafi’i dalam pendapatnya karena dengan melihat wajah dapat mewakili kecantikan parasnya sedangkan kedua telapak tangan mewakili subur tidaknya tubuh. Dan hal itu sudah dianggap cukup mewakili seluruh tubuhnya. Pendapat ini didasarkan dalam QS. An-Nur ayat 31 dan HR. Abu Daud. Sedangkan Mazhab Ẓahiri dalam pendapatnya bertujuan agar laki-laki yang meminang dapat lebih mengenal fisik wanita yang dipinangnya sehingga menimbulkan keinginan yang kuat untuk segera menikahinya. Pendapat Mazhab Ẓahiri ini berlandaskan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dan Hadis Riwayat an-Nasa’i, at-Turmudzi dan Ibnu Majah serta dalam hal aurat berdasar QS. An-Nur ayat 30. Dari kedua pendapat tersebut, yang sesuai dengan tradisi dan budaya masyarakat Islam di Indonesia adalah pendapat dari Mazhab

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: batas aurat, wanita, peminangan, Mazhab Syafi’i, Mazhab Ẓahiri
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.31 Nikah (Nasab, RUkun, Akad, Maskawin, Mut'ah dll)
2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.39 Aspek Munakahat lain (KB, Bayi tabung dll)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Aris Administrator Perpustakaan IAIN Purwokerto
Date Deposited: 17 Oct 2019 00:48
Last Modified: 17 Oct 2019 00:48
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/6223

Actions (login required)

View Item View Item