DRAMATURGI PENGEMIS DI DESA PEGERALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS

Azqi Zakiatal Fitri, 1522102052 (2019) DRAMATURGI PENGEMIS DI DESA PEGERALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS. Skripsi thesis, IAIN.

[img] Text
AZQI ZAKIATAL FITRI_DRAMATURGI PENGEMIS DI DESA PAGERALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (404kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti terhadap pengemis di Desa Pageralang, tepatnya di Ruas Jalan Krumput. Keberadaan pengemis di Desa Pageralang munculnya asumsi bahwa lahirnya budaya mengemis disebabkan oleh adanya masalah umum yang tengah dihadapi oleh banyak desa karena adanya faktor ekonomi. Akan tetapi, kehidupan para pengemis di Desa Pagelarang merupakan sebuah fenomena yang berbeda. Secara ekonomi, dapat dikatakan berkecukupan. Oleh karena itu, masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana Gambaran Kehidupan Front Stage (Panggung Depan) Pengemisdi Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas; 2). Bagaimana Gambaran Kehidupan Back Stage (Panggung Belakang) Pengemisdi Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori dramaturgi. Teori dramaturgi Erving Goffman mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuan dan bukan mempelajari hasil dari perilakunya tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui : obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Data dilakukan periksaan keabsahan, lalu dilakukan penyajian sekaligus analisis data sebelum dilakukan penarikan kesimpulan. Dari penarikan kesimpulan hasil data yang diperoleh terhadap dramturgi pengemis di Desa Pageralang berdasarkan analisis teori Erving Goffman terhadap pengemis di ruas jalan krumput ditemukan bahwa para pengemis dalam setting panggung depan (front stage)memperlihatkan penampilannya ditunjukkan dengan pakaian compang camping, membawa anak, memakai krudung akan terkesan positif, menggunakan tongkat dan menggunakan topi atau tudung dengan wajah memelas dan hal ini agar terkesan bahwa layak untuk diberi. Sedangkan panggung belakang (back stage)ditemukan bahwa para pengemis itu sebenarnya secara ekonomi, sosial dikatakan mampu memperlihatkan keasliannya dengan memakai baju yang layak, tidak berkrudung dan rata – rata pengemis memilki tempat tinggal sendiri dengan kondisi bangunan fisik yang baik dan berdinding tembok.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Dramaturgi, Pengemis, Desa Pageralang
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.17 Pelayanan kepada Masyarakat
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah > 2x7.22 Masyarakat Dakwah, Obyek Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 30 Jul 2019 03:39
Last Modified: 30 Jul 2019 03:39
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/5784

Actions (login required)

View Item View Item