KEDUDUKAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA PERSPEKTIF FIQIH SIYĀSAH Maeumi118@gmail.com

UMI MA’RIFATU, 1522303034 (2019) KEDUDUKAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA PERSPEKTIF FIQIH SIYĀSAH Maeumi118@gmail.com. Skripsi thesis, IAIN.

[img]
Preview
Text
cover_abstrak_daftar isi_ bab i_bab iv.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
KEDUDUKAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

MunculnyaDewanPerwakilan Daerah Republik Indonesia dalamhalinimengakibatkanperubahan di sistemketatanegaraanRepublik Indonesia menjadiduakamar yang biasadisebutdengansistembikameral. Di Indonesia sendiridikenaldenganistilah DPR RI dan DPD RI yang bertujuanuntukmencapaipemerintahan yang baiksertatercapainyacheck and balances antaralembaganegarakhususnya di lembagalegislatif, yang merupakansalahsatuunsurterpentingdalampenyelenggaraannegara. NamunKeberadaan DPD yang diperkirakan Indonesia akanmenganut sistem bikameraldanmemperkuat sistem parlementernyatakedudukan DPD secarakonstitusionalsetaradengan DPR, namundalamprakteknyakekuasaan DPD tidaksebandingdengankekuasaan DPR, khususnya di bidanglegislasi. Berbedadenganfungsilegislasi DPD yang tercantumpadapasal 22D UUD 1945 yang mengaturtentangwewenang DPD, makapadakenyataanya DPD tidakmempunyaifungsi-fungsilegislasisecarapenuh, tidakdapatikutmenetapkan UU sebagaimanalayaknyalembagaPerwakilanrakyat. Penelitianinimerupakanpenelitianpustaka (Library Research) sehinggamengabildanmempelajaribuku-bukudengantujuanuntukmengambil data sebagaisumberhukum primer.Yaitudenganmenggunakan UUD 1945, UU No. 2 tahun 2003, UU MD3, danbukufiqhsiyasah.Serta sumberhukumskunder yang digunakanberupabuku-buku, ekslopedia, kamusmajalah, jurnalilmiah, makalah, internet, dan lain sebagainya.Adapunmetodeanalisis data yang diggunakanadalahdenganmenggunakanDeskriptif normative yaitumetode yang digunakanuntukmembantudalammenggambarkankeadaanatausifat yang dijadikanobjekdalampenelitiandengandikaitkandengannorma. Dalamhalinipenelitimenyimpulknbahwaapabiladitinjaudariperspektiffiqhsiyāsahantarafungsilegislasi DPD danahlu al ḥalli wa al aqdidalamsistemketatanegaraan Islam sangatberbeda. Meskipunkeduanyamempunyaikewenangan yang samayaknidalambidanglegislasi. Tetapikewenanganahlu al ḥalli wa al aqdilebihjelasdantidaksumirsepertikewenanganlegislasi DPD. Sehinggadiperlukanadanyaamandemenkelima UUD 1945 gunadapatmemperluaskewenangandalambidanglegislasisepertihalnyakewenanganahlu al ḥalli wa al aqdidalam Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Bikameral, DPD, DPR, MPR, fiqhsiyāsah, ahlu al ḥalli wa al aqdi
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science > 321 Systems of governments and states
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 26 Jul 2019 08:17
Last Modified: 26 Jul 2019 08:17
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/5725

Actions (login required)

View Item View Item