KONSEP TOLERANSI BERAGAMA MENURUT QURAISH SHIHAB (Studi Ayat-Ayat Toleransi dalam Tafsir al-Misbah)

BANI BADARURRAKHMAN, NIM. 1522501008 (2019) KONSEP TOLERANSI BERAGAMA MENURUT QURAISH SHIHAB (Studi Ayat-Ayat Toleransi dalam Tafsir al-Misbah). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
JUDUL_BAB I_BAB IV PENUTUP_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL BANI BADARURRAKHMAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Al-Qur’an bisa dikatakan sebagai kitab toleransi, karena berbagai macam bentuk toleransi sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an, dari mulai pluralisme, inklusivisme, dan multikulturalisme. Toleransi antar umat beragama memiliki tiga prinsip utama, yaitu kebebasan beragama, menghormati eksistensi agama lain, dan dialog lintas agama. Al-Qur’an dalam perjalanannya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, tetapi dalam realitasnya, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa kalangan yang melakukan tindakan intoleran atas nama agama, seperti tragedi pembakaran rumah warga dan tempat ibadah yang terjadi di Tanjungbalai, Sumatra Utara. Hal ini menunjukkan ada beberapa masalah yang menjadi penyebab lunturnya nilai-nilai toleransi beragama dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini. Oleh sebab itu, peneliti melihat fenomena ini sebagai masalah yang serius yang harus diurai kembali akar masalah utamanya. Peneliti menggunakan Hermeneutika Paul Ricoeur sebagai metode analisis untuk memahami teks. Pemahaman interpretasi teks menurut Paul Ricouer terletak dalam tiga hal. Pertama, teks harus dibaca dengan penuh kesungguhan. Kedua, penafsir harus memahami bagaimana analisis struktural teks itu lahir. Ketiga, penafsir mesti memahami historisitas teks. Sedangkan dalam penerapannya, terdapat dua tahapan utama. Pertama, menggunakan analisis semiologi struktural untuk memahami sebuah teks dan menjadikannya bersifat otonom, yang dipahami sebagai teks di sini adalah Tafsir Al-Misbah. Kemudian yang kedua adalah apropriasi, yaitu proses penyatuan antara cakrawala teks dengan cakrawala pembaca yang kemudian diambil manfaatnya untuk konteks masa kini. Hasil penelitian yang didapat dari pemahaman hermeneutika Paul Ricoeur sebagai metode analisis terhadap Tafsir Al-Misbah tentang toleransi bergama adalah menggambarkan bahwa kebebasan beragama merupakan sunnatullah, tetapi ketika sudah memilih suatu agama, maka dia terikat dengan segala aturan yang ada dalam agama tersebut, dan kebebasan beragama sendiri sudah diatur oleh negara dalam konstitusi. Sedangkan menghormati eksistensi agama lain merupakan suatu keharusan, karena ajaran Islam membolehkan umatnya untuk menjalin hubungan kerja sama dengan non muslim, selama tidak dalam tataran teologis, terlebih dalam konteks masyarakat Indonesia. Selanjutnya, dalam menjembatani segala perbedaan antar umat beragama, maka dialog antar umat beragama merupakan cara yang paling efektif. Oleh sebab itu, toleransi yang dibangun Quraish Shihab ini baru sampai pada tataran Pluralisme, belum sampai kepada Multikulturalisme sebagai bentuk toleransi yang lebih menyentuh kultur budaya Indonesia yang beragam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Toleransi Beragama,Quraish Shihab, dan Tafsir Al-Misbah.
Subjects: 2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.6 Kandungan Al Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora > Ilmu Al Quran dan Tafsir
Depositing User: Sdr Prakerin 123
Date Deposited: 22 Feb 2019 01:53
Last Modified: 22 Feb 2019 01:53
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/5337

Actions (login required)

View Item View Item