IDDAH WAFAT BAGI PEREMPUAN DALAM HUKUM ISLAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI

ANIS NUR LAILI, NIM.1423201010 (2019) IDDAH WAFAT BAGI PEREMPUAN DALAM HUKUM ISLAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI. Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img] Text
ANIS NUR LAILI_IDDAH WAFAT BAGI PEREMPUAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
COVER_ABSTRAK_DAFTAR ISI_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (365kB) | Preview

Abstract

Iddah bermakna perhitungan atau sesuatu yang dihitung. Menurut bahasa mengandung pengertian hari-hari haid atau hari-hari suci pada perempuan. Sedangkan menurut istilah, iddah adalah masa menunggu arti masa menunggu bagi perempuan untuk melakukan perkawinan setelah terjadinya perceraian dengan suaminya, baik cerai hidup maupun cerai mati, dengan tujuan untuk mengetahui keadaan rahimnya atau untuk berfikir ulang bagi suami. Dari ketentuan iddah yang sudah di tentukan, skripsi ini akan membahas tentang bagaimana iddah perempuan ditiinggal mati suaminya dalam hukum Islam? bagaimana perspektif psikologi perempuan yang sedang dalam masa iddah wafat?. Metode penulisan yang digunakan adalah kepustakaan library reseach dengan pendekatan Psikologi, dan menjadikan kitab karya Wahbah Zuhaili yang berjudul alFiqh al-Islam Wa Adillatuhu sebagai sumber primer pada penelitian ini. Jadi penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersumber pada buku literatur lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mengenai iddah dan ihda>d wafat bagi perempuan dalam hukum Islam bahwa ada 3 hal yang bisa didekati dengan pendekatan psikologi yaitu hak, kewajiban dan larangan bagi istri yang sedang menajalankan iddah. Dimana adanya ketentuan hak bagi istri yang ditinggal mati suaminya disini pasti merasakan kebingungan akan dimana tempat tinggal ia selanjutnya namun dengan adanya ketentuan ia wajib mendapatkan hak atas tempat dan nafkah tentu itu sangat membantu dirinya selama masa iddah berlangsung. Selanjutnya kewajiban, istri yang sedang beriddah memiliki kewajiban untuk melaksankan ihdad dimana ia tidak boleh melakukan larangan atau menghindarkan larangan yang sudah ditentukan karena untuk menjaga kehormatannya sendiri dan menghormati hak mantan suaminya dan calon suaminya kelak agar garis keturunan anaknya jelas. Yang terakhir ada larangan iddah dimana istri yang dalam masa iddah itu di tentukan larangan apa saja tidak boleh dilakukan, pada dasarnya seorang perempuan yang sedang dalam masa iddah merasakan sedih, cemas, bingung dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan melupakan kesedihannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Iddah Wafat, Psikologi, hukum Islam.
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.34 Iddah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Sdr Prakerin 123
Date Deposited: 12 Feb 2019 07:16
Last Modified: 12 Feb 2019 07:16
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/5136

Actions (login required)

View Item View Item