PRAKTEK AKAD PENGUPAHAN BURUH TANI (BAWON) PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)

NURMAULIDINA ISNANINGSIH, NIM. 1423202034 (2018) PRAKTEK AKAD PENGUPAHAN BURUH TANI (BAWON) PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
NURMAULIDINA ISNANINGSIH_PRAKTEK AKAD PENGUPAHAN BURUH TANI (BAWON) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Praktek pengupahan buruh tani dengan akad bawon di Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas merupakan bentuk akad sewa menyewa (ijārah) antara pemilik sawah dengan buruh tani. Dalam hal ini jenis sewa yang digunakan adalah sewa jasa (ijārah al-A’mal) dimana petani/pemilik sawah (mu’jir) menyewa jasa kepada buruh tani (musta’jir). Ketika musim panen tiba pemilik sawah meminta buruh tani untuk memanenkan padi di sawah. Upah yang mereka peroleh bukanlah berupa uang melainkan berupa padi yang berbeda harganya, tergantung jenis dan musimnya. Keseluruhan hasil panen ditimbang, kemudian dibagi 1/10 (sepersepuluh) yang mana pemberian tersebut sebagai upah untuk sejumlah buruh tani yang sudah bekerja memanen sawah. Disamping mendapatkan upah, buruh tani juga mendapatkan tambahan upah sebanyak 2-5 kg padi diluar upah pokok bawon yang berjumlah 1/10 tersebut, yang mana tambahan upah ini diniatkan sebagai zakat atau shadaqah oleh petani. Adapun permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana praktek pengupahan buruh tani (bawon) di Desa Kedungbanteng dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktek pengupahan buruh tani (bawon) di Desa Kedungbanteng. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif-normatif-analisis. Adapun objek penelitian ini adalah praktek pengupahan buruh tani (bawon) di Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sistem pengupahan bawon yang dilakukan oleh para petani sudah memenuhi syarat dan rukun menurut hukum Islam, yaitu dilihat dari para pihak yang berakad, akadnya, dan upah yang diberikan. Dalam hal ini adat kebiasaan petani di Desa Kedungbanteng yang memberikan tambahan upah (ujrah) dan diniatkan petani sebagai zakat tidak bisa dikatakan sebagai zakat, karena dalam hal ini zakat pertanian dikeluarkan apabila sudah mencapai nishab yaitu 5 wasaq, sedangkan hasil panen petani tidak pasti jumlahnya. Mengenai adat kebiasaan yang dilakukan tersebut menurut hukum Islam termasuk bagian dari ‘urf, yang mana ‘urf yang dilakukan oleh petani tersebut dikategorikan sebagai ‘urf shahih karena di dalamnya tidak ada unsur yang melanggar syariat Islam. Karena itu, tambahan upah yang diniatkan sebagai zakat tidak termasuk dalam zakat pertanian, melainkan sebagai shadaqah atas tenaga yang telah diberikan oleh buruh tani untuk memanen sawah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam, Sewa menyewa, Ijārah, Pengupahan, Ujrah.
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.23 Perjanjian (Perburuhan, Tanah, Wadiah Kafalah)
2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.29 Aspek Muamalah lain (Taflis, Ihya ul mawaat, Ujroh (upah)Hajr, Luqatah, Kharaj, Jizyah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Sdr Prakerin 123
Date Deposited: 08 Feb 2019 00:51
Last Modified: 08 Feb 2019 00:51
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/5064

Actions (login required)

View Item View Item