PANDANGAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANYUMAS TENTANG PERNIKAHAN DINI Ulfi Nurlaeli NIM. 1323201021

Ulfi Nurlaeli, 1323201021 (2018) PANDANGAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANYUMAS TENTANG PERNIKAHAN DINI Ulfi Nurlaeli NIM. 1323201021. Skripsi thesis, IAIN.

[img]
Preview
Text
COVER_BABI_BABV_DAFTARPUSTAKA.pdf

Download (957kB) | Preview
[img] Text
ULFI NURLAELI_PANDANGAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABU.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Abstrak Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang salah satu atau kedua mempelai belum memenuhi batas usia yang ditentukan oleh Undang-Undang No 1 tahun 1974 yakni laki-laki minimal berusia 19 tahun dan perempuan minimal berusia 16 tahun. Di kabupatenBanyumas, angkapernikahandinipadatahun 2016 cukuptinggidibandingkandengankabupatenPurbalinggadanBrebes. Hal tersebut di ketahuidariangkadispensasikawin yang masuksejumlah 134 perkara. Pernikahandinimemberikanbanyakresikodarisegipsikologis, fisiologissertakesehatannya. Dalam skripsi ini membahas tentang pandangan dari pengurus cabang nahdlatul ulama kabupaten Banyumas tentang pernikahan dini.Dalam penelitian ini, betujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan pengurus cabang nahdlatul ulama kabupaten Banyumas tentang pernikahan dini . Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang memperoleh datanya dilakukan secara langsung dari lokasi penelitian, yaitu di pengurus cabang nahdlatul ulama kabupaten Banyumas. Sedangkan pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Penelitian bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk menunjukan suatu gejala atau fakta ,menata data secara sistematis dan hasilnya dijadikan laporan penelitian. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa ada dua pendapat pertama, setuju yakni pernikahan dini yang terpaksa dilaksanakan karena hamil di luar nikah dan sebagai pendidikan moral kepada remaja yang sudah memiliki keinginan untuk menikah untuk menghindari perzinaan. Kedua, pendapat yang tidak setuju karena dari segi fisiologis remaja dibawah umur 16 tahun untuk wanita sangat beresiko dari segi kesehatannya dan dari psikologisnya usia remaja masih senang bermain dan bergaul dengan temanya dan kurang dewasa, jadi rentan terjadi konflik bahkan perceraian. Kesimpulannya mayoritas dari informan tidak setuju dengan adanya pernikahan dini. Kata kunci: Pandangan, PernikahanDini, DampakPernikahanDini

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pandangan, PernikahanDini, DampakPernikahanDini
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.6 Organisasi > 2x6.62 Organisasi Politik
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 04 May 2018 02:22
Last Modified: 04 May 2018 02:22
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/3763

Actions (login required)

View Item View Item