TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG GUGATAN TERHADAP NAFKAH ANAK SETELAH PERCERAIAN (StudiAnalisisPutusanPengadilan Agama PurwokertoNomor : 2848/Pdt.G/2014/PA.PWT)

ARI DEWI ERNAWAT, 1323201027 (2018) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG GUGATAN TERHADAP NAFKAH ANAK SETELAH PERCERAIAN (StudiAnalisisPutusanPengadilan Agama PurwokertoNomor : 2848/Pdt.G/2014/PA.PWT). Skripsi thesis, IAIN.

[img]
Preview
Text
COVER_BABI_BABV-DAFTARPUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
ARI DEWI ERNAWATI_1323201027_TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG GU.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Anak yang sahadalahanak yang lahirdandibuat di dalampernikahan yang sah.Karena status anak yang sahtersebut, orang tuaharusmengurusanaktersebutdenganbaiksepertimemberikankasihsayang, pendidikandanterutamanafkahanak.Dalam Al-Qur’an ataupunKompilasiHukum Islam, yang wajibmemberikannafkahkepadaanaknyaadalah ayah kandungdarianaktersebut.Pemberiannafkahdilakukan ayah darianakitulahirsampaibisaberdirisendiri, dalamartiansudahdapatbekerja.Namun, padapraktik yang ada di masyarakat, setelahperceraian ayah meninggalkantanggungjawabnyauntuktetapmenafkahi.Padahalkelalaian ayah yang memberikannafkahterhadapanaknyamungkinmendatangkansuatumasalah yang mengakibatkanhak-hak yang mestinyaanakitudapatkan, malahtidakmerekaterima.Sepertihalnyakasus yang adapadaputusannomor : 2848/Pdt.G/2014 yang penulisteliti. Denganadanyapenelitianini, penulisberharaptidakadalagi ayah yang melalaikannafkahanaknyasetelahperceraian. Penelitianinimenggunakanmetodekepustakaan (library research).Metodepengumpulandatanyaadalahmetodedokumentasi, yaituputusanPengadilan Agama PurwokertoNomor : 2848/Pdt.G/2014/PA.pwt. Untukanalisisdatanya, penulismenggunakananalisisisi (contentanalysis), dimana data yang diperolehdisusunsecarasistematisdanjugadianalisauntukmendapatkankebenaran yang benardarikasus yang diteliti. Berdasarkanpenelitian yang dilakukanterhadapputusannomor : 2848/Pdt.G/2014/PA.Pwttentanggugatannafkahanaksetelahperceraian yang mewajibkan sang ayah harusmenafkahikeduaanaknya. Menimbangfakta-fakta yang ada di persidangan, Majelis Hakim menetapkananakkeduaadalahanaksahdariPenggugatdanTergugatdanTergugatwajibmenafkahinya.MetodeIjtihad yang dipakaiadalahMaslahahMursalahyang dikaitkandengankaidah-kaidahfiqh yang bersinambungandenganputusantersebut.Majelis Hakim menggunakan metode ijtihad ini dalam memutus perkara gugatan nafkah anak tersebut adalah semata-mata untuk kemaslahatan anak-anak tersebut yang memang masih membutuhkan nafkah dari ayahnya. Kata kunci :nafkah, nafkahanak, status anak, Putusan PA Purwokerto

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: nafkah, nafkahanak, status anak, Putusan PA Purwokerto
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian
2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 22 Mar 2018 01:58
Last Modified: 22 Mar 2018 02:02
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/3681

Actions (login required)

View Item View Item