MANAJEMEN PERUBAHAN STAIN MALANG MENJADI UIN MALIKI MALANG (TAHUN 1998-2013)

Thofiqur Rohman, 1423402024 (2017) MANAJEMEN PERUBAHAN STAIN MALANG MENJADI UIN MALIKI MALANG (TAHUN 1998-2013). Masters thesis, PASCASARJANA IAIN PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB VI_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
THOFIQUR ROHMAN_MANAJEMEN PERUBAHAN STAIN MALANG MENJADI UIN MALIKI MALANG (TAHUN 1998-2013).pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Latar belakang peneliti tertarik melakukan penelitian ini,yaitu; Pertama, lembaga pendidikan tinggi agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi yang pertama mengajukan usulan perubahan kelembagaan menjadi universitas. Pengajuan tersebut dilakukan sebelum Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dan IAIN Yogyakarta mengusulkan status perubahan menjadi universitas. Kedua, satu-satunya lembaga pendidikan tinggi agama Islam yang dalam perjalanan perubahan status kelembagaan dari STAIN Malang ke Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, tidak berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri terlebih dahulu. Ketiga, STAIN Malang merupakan satu-satunya sekolah tinggi yang menjadi Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS). Keempat, STAIN Malang atau jika sudah berubah disebut UIN Maliki Malang adalah lembaga pendidikan tinggi inspirator pengintegrasian/perpaduan antara pesantren kampus dengan perguruan tinggi. Kelima, STAIN Malang memiliki struktur bangunan keilmuan pohon ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan menggunakan studi kasus sebagai jenis penelitian yang dipilih. Teori utama penelitian ini adalah teori manajemen perubahan yang ditemukan Kurt Lewin. Persoalan yang dijawab dari penelitian ini adalah bagaimana manajemen perubahan STAIN Malang menjadi UIN Maliki Malang (Tahun 1998-2013)? Berdasar data dan analisis yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa penyebab utama dan pertama perubahan status kelembagaan STAIN Malang menjadi UIN Maliki Malang yaitu karena terdapat pemimpin perubahan yang kuat. Pemimpin perubahan tersebut menggerakan dan mengelola seluruh sumber daya yang ada untuk mewujudkan perubahan status kelembagaan. Langkah yang digunakan adalah dengan membaca atau iqra, kemudian mudatsir atau menumbuhkan kesadaran. Selanjutnya qiyam atau melahirkan semangat berjuang melakukan perubahan. Kemudian thoharoh atau bersuci dari setiap penyakit jiwa yang memungkinkan menghalangi proses perubahan. Setelah thoharoh sebagai penyuci jiwa, tindakan berikutnya yaitu melakukan jihad yang didasari ridhallah atau mengharap kerelaan Allah sebagai dasar melakukan setiap tindakan. Semua proses perubahan itu peneliti kupas dengan teori Kurt Lewin. Teori perubahan Kurt Lewin itu adalah pengelolaan perubahan melalui tahap unfreezing, changing dan refreezing. Tahap atau fase tersebut peneliti gunakan untuk menggambarkan proses perubahan status kelembagaan STAIN Malang menjadi UIN Maliki Malang tahun 1998-2013

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Manajemen Perubahan, STAIN Malang, UIN Maliki Malang
Subjects: 2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.3 Pendidikan > 2x7.38 Pendidikan Tinggi > 2x7.382 Administrasi dan Manajemen
Divisions: Pascasarjana > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mr. lutfie MZ
Date Deposited: 30 Nov 2017 03:07
Last Modified: 30 Nov 2017 03:07
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/3239

Actions (login required)

View Item View Item