NILAI DAN HAKIKAT TEMBANG LIR-ILIR KARYA SUNAN KALIJAGA (Kajian Ta’wil)

MUH. BUDI SANTOSO, NIM : 1223102011 (2017) NILAI DAN HAKIKAT TEMBANG LIR-ILIR KARYA SUNAN KALIJAGA (Kajian Ta’wil). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (756kB) | Preview
[img] Text
MUH. BUDI SANTOSO_NILAI DAN HAKIKAT TEMBANG LIR-ILIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (926kB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah keinginan penulis untuk mengetahui lebih mendalam tentang nilai dan hakikat tembang Lir-ilir karya Sunan Kalijaga dan kemudian diinterpretasikan dengan pendekatan ta’wil. Tembang Lir-ilir merupakan tembang yang sudah mengakar dan dikenal oleh masyarakat Jawa, bahkan Nusantara. Tembang Lir-ilir jika dipahami secara mendalam, bukan hanya sebagai sastra kosong tanpa makna yang tidak didasari dengan pertimbangan-pertimbangan penciptaannya, terlebih dari itu, tembang Lir-ilir mengandung banyak sekali nilai-nilai yang dapat diserap dan diimplementasikan dalam kehidupan dengan memetik hikmah-hikmah di dalamnya. Peneliti menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan pendekatan ta’wil. Ta’wil sendiri secara esensinya ialah cara menafsirkan hubungan tersembunyi antara berbagai fenomena di alam dan membayangkan adanya keberadaan alam lain di atasnya. Kajian terpenting dari ta’wil yaitu menghubungkan teks dengan kebudayaan, agama, dan pandangan hidup (way of life) serta pandangan dunia (world view) dari pencipta karya. Dari hasil penelitian yang peneliti peroleh menunjukkan bahwa secara struktural tembang Lir-ilir memiliki nilai spriritual dan budaya. Nilai spiritual yang terdapat di dalam tembang Lir-ilir yang digagas Sunan Kalijaga memiliki tahapan-tahapan untuk menuju ma’rifat kepada Pencipta. Tingkatan-tingkatan tersebut sesuai dengan tahapan setiap bait dalam tembang Lir-ilir. Kemudian ada beberapa baris yang memiliki makna lebih tersirat atau bersifat simbolis yang itu menunjukkan esensi dari isi tembang Lir-ilir, yaitu Pancasila Budhis yang dipergunakan oleh Sunan Kalijaga sebagai simbol untuk memahami ajaran-ajaran agama yang benar, hal ini juga menunjukkan bahwa kebudayaan termasuk bagian terpenting dalam masyarakat untuk menumbuhkan sifat kebaikan. Dapat disimpukan dalam penelitian ini bahwa tembang Lir-ilir memiliki dua makna secara garis besar, yaitu: Makna Struktural dan Makna Simbolis. Makna struktural merupakan tahapan untuk mengetahui makna secara umum dan makna simbolis menunjukkan adanya esensi yang terpenting dari tujuan penciptaan tembang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Lir-Ilir, Sunan Kalijaga, Kajian Ta'wil, Takwil
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.7 Kesenian dan Kebudayaan > 2x6.71 Seni Sastra
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah > 2x7.26 Komunikasi Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Aris Administrator Perpustakaan IAIN Purwokerto
Date Deposited: 31 Aug 2017 02:49
Last Modified: 31 Aug 2017 02:49
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/2786

Actions (login required)

View Item View Item