HakPersetubuhanBagi IstridalamPerspektifMazhabSya>fi’i> Dan MazhabH{anbali

Ainiyatur Rohmatin Nazilah, 1323201040 (2017) HakPersetubuhanBagi IstridalamPerspektifMazhabSya>fi’i> Dan MazhabH{anbali. Skripsi thesis, IAIN.

[img] Text
AINIYATUR ROHMATIN NAZILAH_HAK PERSETUBUHAN BAGI ISTRI DALAM PERSPEKTIF MAZHAB SYAFI’I DAN MAZHAB.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
Cover, Bab I, Bab V, Daftar Pustak.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Suami dan istri sangatlah membutuhkan pemenuhan hajat biologis untuk memenuhi kodrat seksual manusia seperti pada umumnya. Tidak banyak literatur yang membahas hak persetubuhan sebagai hak bagi istri. Sebagian ulama Sya>fi’iyah menyatakan, bahwa istri tidak mempunyai hak untuk menuntut ketika suami sudah melaksananya satu kali selama pernikahan. Adapun Imam Ah{madmengatakanbahwasannyaseorangistriberhakmengajukanceraikepadasuamijikasampaiempatbulansuamibelumjugamenjimakistrinya.SedangdalammazhabMa>liki>, seorangperempuanberhakmemintahubunganpersetubuhanketikadiamenginginkannya.MazhabH{anafi>sendirimemilikipendapat yang hampirsamadengansebagianulamaSya>fi’iyahyaknibahwajikasalahsatupihakmenginginkannyamakapihak lain wajibmemenuhinyajikatidak adahalangan. Permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pendapat masing-masing mazhab dengan metode istinbatnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian terhadap sumber-sumber tertulis atau kepustakaan. Sumber data primer penelitian ini di antaranya karya Ibnu Qudamah yakni Al-Mugni> fi> Fiqh Al-Ima>m Ahmad Ibn Hanbal Asy-Syaibani>dan Al-Ka>fi> fi> fiqh Ibni Hanbal. Sedang dari mazhab Sya>fi’i> diantaranyaAl-Umm,Al-Wasi>t karya Imam Ghazali danAl-Hawi> Al-Kabi>r Fi> Fiqh Mażhabi Al-Ima>m Asy-Sya>fi’i>. Sedang sumber sekundernya antara lain tulisan-tulisanataukarya lain yang berkaitandenganpembahasanpenelitian ini,baikituberupabuku, jurnalataupunhasilpenelitian lain. Data hasilpenelitiandari sumber-sumber tersebut yang kemudiandianalisisdenganmetodecontenanalisisdankomparatif. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, dapat disimpulkan sebagai berikut: dalam mazhab Sya>fi’i> terdapat sedikit perbedaan, sebagian memiliki pendapat yang sama dengan mazhab H{anafi> yakni jika salah satu pihak menginginkannya maka pihak lain wajib memenuhinya jika tidak ada udzur. Sebagian sama dengan Imam Sya>fi’i yakni suami hanya memiliki kewajiban satu kali. Metode yang digunakan qiyas, yaitu diqiyaskan dengan sewa-menyewa. Pendapat mazhab H{anbali> dibagi menjadi dua yakni bagi suami yang tidak bepergian maka wajib mensetubuhi istri minimal empat bulan sekali, diqiyaskan dengan ila>’. Sedang yang bepergian wajib minimal enam bulan sekali sesuai dengan riwayat sahabat. Juika dikomparasikan maka pendapatan mazhab H{anbali>lebih kuat dan lebih dekat untuk menuju tujuan perkawinan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hak, Persetubuhan, Mazhab Sya>fi’i>, Mazhab H{anbali>
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 30 Aug 2017 07:59
Last Modified: 30 Aug 2017 07:59
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/2755

Actions (login required)

View Item View Item