PROFESIONALITAS DAI DITINJAU DARI GAYA CERAMAH (RETORIKA) PADA ENAM DAI DI DESA BENGBULANG KEC. KARANGPUCUNG KAB. CILACAP

Hendra Kurniawan, 1323103003 (2017) PROFESIONALITAS DAI DITINJAU DARI GAYA CERAMAH (RETORIKA) PADA ENAM DAI DI DESA BENGBULANG KEC. KARANGPUCUNG KAB. CILACAP. Skripsi thesis, IAIN.

[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (379kB) | Preview
[img] Text
HENDRA KURNIAWAN_PROFESIONALITAS DAI DITINJAU DARI GAYA CERAMAH (RETORIKA) PADA ENAM DAI DI DESA .pdf
Restricted to Registered users only

Download (714kB)

Abstract

Ada dua pola pendefinisian dakwah. Pertama dakwah berarti tabligh, penyiaran dan penerangan agama. Pola kedua, dakwah diberi pengertian semua usaha dan upaya merealisir ajaran islam dalam segala aspek kehidupan manusia. Dakwah dapat dimaknai sebagai mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Fungsi dan tujuan dakwah berdimensi sosial dapat juga dikaji sebagai memindahkan ummat dari satu situasi ke situasi yang lain. Dakwah adalah segala usaha untuk mengubah kondisi yang ada kearah kondisi yang sesuai dengan ajaran islam. Dai yang profesionalitas adalah Pekerjaan professional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai, sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Suatu profesi menekankan kepada suatu keahlian dalam bidang tertentu yang spesifik sesuai dengan jenis profesinya, sehingga antara profesi yang satu dengan yang lainnya dapat dipisahkan secara tegas. Gaya ceramah (retorika) sangatlah diperlukan bagi seorang dai, retorika merupakan seni berbicara. Tujuan retorika itu rekreatif, informative, dan persuasive. Ada delapan hal yang harus diperhatikan dai agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh mad’u atau sasaran dakwahnya, Pertama, bentuk dan susunan pesan, meliputi unity, coherence dan titik berat. Bentuk pidato biasanya diawali dengan pendahuluan, isi dan di akhiri dengan penutup. Kedua, organisasi pesan. Ketiga, bahasa, pembahasannya meliputi, langgam aganma, langgam sagiatan, langgam cansertive, langgam didaktiflanggam sentimental dan langgam teater. Keempat, Teknik Humor. Kelima, penggunaan gerak-gerik bahasa tubuh. Keenam, menggunakan intonasi. Ketujuh, menggunakan style. Kedelapan, performan. Penelitian ini secara khusus akan membahas Profesionalitas Dai ditinjau dari Gaya Ceramah (Retorika) pada enam dai di Desa Bengbulang. Melalui penelitian ini, di harapkan diperoleh informasi baru seputar perkembangan para dai dan pengembangan dakwah yang di bawakan oleh para dai kepada jama’ahnya ataupun masyarakat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Profesionalitas dai dan Gaya ceramah (Retorika)
Subjects: 2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah > 2x7.21 Fungsionaris Dakwah : Wali, Ulama, Muballig, Da'i
Divisions: Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 26 Aug 2017 07:16
Last Modified: 26 Aug 2017 07:16
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/2681

Actions (login required)

View Item View Item