PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG NUSYU<Z (Study Komparatif Peraturan Perundang-undang dan Hukum Islam)

Ida Marfungatus Sabrina, 1223201016 (2017) PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG NUSYU<Z (Study Komparatif Peraturan Perundang-undang dan Hukum Islam). Skripsi thesis, IAIN.

[img] Text
IDA MARFUNGATUS SABRINA_PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG NUSYUZ.pdf
Restricted to Registered users only

Download (951kB)
[img]
Preview
Text
Cover_Bab I_Bab V_Daftar Pustaka.pdf

Download (523kB) | Preview

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan lahir batin seorang perempuan dengan laki-laki dengan maksud membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Dalam pernikahan terdapat suatu hak dan kewajiban antara suami isteri yang harus dipenuhi. Apabila diantara suami isteri tidak melakukan kewajibannya maka dapat dikatakan nusyu>z. Sedangkan untuk menyadarkan istri yang nusyu>z hukum Islam membolehkan suami memukul istrinya sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat an-Nisa ayat 34. Namun, pemukulan tersebut tidak diperbolehkan dalam hukum positif. Karena pemukulan suami kepada istrinya dianggap sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Permasalahannya adalah 1) bagaimana hukum positif mengatur tentang pemukulan suami terhadap istri yang nusyu>z, 2) bagaimana hukum islam mengatur tentang pemukulan suami terhadap istri yang nusyu>z. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu jenis penelitian yang objek utamanya adalah buku-buku perpustakaan yang berkaitan dengan pokok pembahasan dan juga literatur lainnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode komparatif, yaitu analisis terhadap letak persamaan dan perbedaannya untuk kemudian ditarik suatu alternatif yang komparatif. Dalam penelitian ini untuk membandingkan perbedaan peraturan hukum positif khususnya Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan al-Qur’an Surat an-Nisa ayat 34 tentang pemukulan suami terhadap istri yang nusyu>z. Hasil penelitian menunjukan bahwa hukum positif tidak memperbolehkan seorang suami memukul istrinya walaupun istrinyanusyu>z. Karena pemukulan tersebut dianggap sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Bahkan dari pemukulan tersebut suami dapat di ajukan kedalam penjara atau membayar sejumlah denda atas pukulan tersebut serta dapat dijadikan alasan bagi istri untuk menceraikan suaminya. Sedangkan didalam hukum Islam pemukulan suami terhadap istri yang nusyu>z diperbolehkan bahkan menjadi salah satu hak bagi suami dalam menghadapi istri yangnusyu>z. Pemukulan tersebut hanya dapat digunakan pada saat darurat, artinya hanya boleh dilakukan setelah suami menempuh cara-cara sebelumnya yaitu dengan menasehati dan mendiamkan (memisahkan ranjang). Tujuan dari pemukulan tersebut adalah untuk mendidik agar istri dapat kembali ke jalan Allah. Maka dari itu pukulan yang dibolehkan disini adalah pukulan yang ringan, tidak menyiksa, tidak menyakiti, dan bukan digunakan untuk menghina dan melecehkan istri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pemukulan, Suami, Istri dan nusyu>z
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.32 Nusyuz dan Syiqaq
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 24 Mar 2017 07:53
Last Modified: 24 Mar 2017 07:53
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/2297

Actions (login required)

View Item View Item