PENGARUH KAFA>‘AH DI BIDANG PENDIDIKAN DAN EKONOMI TERHADAP HARMONITAS PERKAWINAN (Studi Kasus di Desa Pesahangan Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap)

ARIF SULAIMAN BACHTIAR, 1123201018 (2017) PENGARUH KAFA>‘AH DI BIDANG PENDIDIKAN DAN EKONOMI TERHADAP HARMONITAS PERKAWINAN (Studi Kasus di Desa Pesahangan Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap). Skripsi thesis, IAIN.

[img] Text
ARIF SULAIMAN BACHTIAR_PENGARUH KAFA‘AH DI BIDANG PENDIDIKAN DAN EKONOMI TERHADAP HARMONITAS PERKAWINAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
COVER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (364kB) | Preview

Abstract

Salah satu permasalahan untuk mencari pasangan yang baik adalah masalah kafa>‘ah di antara kedua mempelaiKafa>‘ah itu disyariatkan dan diatur dalam perkawinan Islam, namun karena dalil yang mengaturnya tidak jelas dan spesifik baik dalam al-Qur’an maupun dalam hadits Nabi, maka kafa>‘ah menjadi perbincangan di kalangan ulama, baik mengenai kedudukannya dalam perkawinan, maupun kriteria apa yang digunakan dalam penentuan kafa>‘ah itu Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk Mengetahui bagaimana pengaruhkafa>’ah di bidang pendidikan dan ekonomi dengan harmonitas perkawinan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan field research (studi lapangan).Dalam melakukanpengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan, dan melukiskan data yang diperoleh dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori data penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fenomena perjodohan menjadi hal yang jamak terjadi di desa Pesahangan, kecamatan Cimanggu, kabupaten Cilacap.Secara umum, perkawinan yang diawali dengan perjodohan oleh orang tua dengan mempertimbangkan kedua aspek di atas mencapai hasil yang diinginkan. Kehidupan rumah tangga mereka berjalan harmonis, meskipun kadar harmonis dalam pemahaman mereka berbeda-beda.Fenomena yang terjadi pada masyarakat Pesahangan merupakan hal yang legal dalam tata hukum perkawinan Islam. Wali memiliki hak ijba>r, yakni hak untuk memaksa –lebih tepatnya menawarkan- anak perempuannya seseorang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Hak ijbar dilandasi keinginan untuk menciptakan kemaslahatan bagi anak perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kafa>‘ah, Bidang Pendidikan dan Ekonomi, Perkawinan
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.12 Struktur
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 22 Mar 2017 01:58
Last Modified: 22 Mar 2017 01:58
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/2277

Actions (login required)

View Item View Item