ANALISIS TERHADAP TINGGINYA ANGKA CERAI GUGAT (Studi Kasus di Pengadilan Agama Banyumas Pada Tahun 2011)

MUHAMMAD AL-KAAFI, 072321019 (2013) ANALISIS TERHADAP TINGGINYA ANGKA CERAI GUGAT (Studi Kasus di Pengadilan Agama Banyumas Pada Tahun 2011). Skripsi thesis, IAIN.

[img] Text
MUHAMMAD AL-KAAFI_ANALISIS TERHADAP TINGGINYA ANGKA CERAI GUGAT (Studi Kasus di Pengadilan Agama Banyumas Pada Tahun 2011).pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
COVER, BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (875kB) | Preview

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan yang dilandasi rasa saling percaya dan saling mengerti antara suami istri dan mau menerima kekurangan pasangannya masing-masing maka akan terbentuk keluarga yang bahagia, tapi sebaliknya jika semua itu tidak ada dalam rumah tangga maka akan berujung pada perceraian. Skripsi ini adalah hasil Penelitian Lapangan yang berjudul “ANALISIS TERHADAP TINGGINYA ANGKA CERAI GUGAT (Studi Kasus di Pengadilan Agama Banyumas Pada Tahun 2011).” Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan. Faktor apa sebenarnya yang menyebabkan tingginya angka cerai gugat di Pengadilan Agama Banyumas pada Tahun 2011? Data yang dihimpun dalam penelitian ini melalui, penelaahan terhadap data-data perkara perceraian pada tahun 2011 yang didapat dari Pengadilan Agama Banyumas, yang kemudian dianalisis dengan metode Deskriptif Analitik dan metode pengumpulan data, dengan metode ini juga digunakan untuk mengumpulkan data-data lapangan yang berhubungan dengan skripsi ini, baik data statistik, wawancara maupun data lain yang berkaitan dengan pembahasan dalam skripsi ini lalu kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa menurut statistik perkara yang diputus pada Pengadilan Agama Banyumas yaitu dari bulan Januari-September Tahun 2011, terdapat 1428 kasus perceraian ( 973 kasus cerai gugat dan 455 kasus cerai talak ). Dari data tersebut terdapat fakta, bahwa cerai gugat lebih tinggi dari cerai talak dimana pihak istri lebih banyak menggugat suaminya untuk bercerai. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan tingginya angka cerai gugat di Pengadilan Agama Banyumas pada tahun 2011 adalah, yang pertama, Faktor ekonomi. Kedua, tidak adanya tanggung jawab suami, Ketiga, Tidak adanya keharmonisan. Tiga faktor ini yang menyebabkan tingginya angka cerai gugat di Pengadilan Agama Banyumas pada Tahun 2011. Dari 973 kasus cerai gugat terdapat 343 kasus yang disebabkan oleh faktor ekonomi, 290 kasus disebabkan oleh faktor tidak adanya tanggung jawab suami dan 340 kasus disebabkan oleh faktor tidak adanya keharmonisan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perceraian, Cerai gugat, dan Pengadilan Agama
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ulfah rulli hastuti
Date Deposited: 25 Nov 2016 02:16
Last Modified: 25 Nov 2016 02:16
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/1699

Actions (login required)

View Item View Item