HUBUNGAN ANTAR SISWA BEDA AGAMA PADA RUANG PUBLIK SEKOLAH (Dialog, Negosiasi dan Resistensi pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Banyumas)

Muh. Hanif, S.Ag., M.Ag., MA (2016) HUBUNGAN ANTAR SISWA BEDA AGAMA PADA RUANG PUBLIK SEKOLAH (Dialog, Negosiasi dan Resistensi pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Banyumas). Laporan Penelitian. IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
Muh. Hanif, S.Ag., M.Ag., MA_HUBUNGAN ANTAR SISWA BEDA AGAMA PADA RUANG PUBLIK SEKOLAH (Dialog, Negosiasi dan Resistensi pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Banyumas).pdf

Download (388kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (151kB) | Preview

Abstract

Terjadi formalisasi Islam secara massif pada lembaga-lembaga pendidikan formal di Indonesia. Formalisasi agama tersebut berdampak pada keberagaan para siswa SMA, itu beragama lebih kaku, dan meningkatkan kecenderung sikap tidak toleran terhadap perbedaan. Ada kesalahan menangkan visi pendidikan, ada kesulitan membedakan area keyakinan pribadi dengan nilai dasar yang dipegangnya sebagai pemerintah. Tidak adanya peran ormas-ormas keagamaan moderat mengawal demokratisasi ruang publik di sekolah negeri. Formalisasi agama, dominasi agama mayoritas, semakin menguat dengan adanya dukungan kekuasan di sekolah, dukungan guru PAI, aktivis kerohanian Islam (ROHIS), dan jaringan rohis. Bruce A. Robinson, Paul F Knitter, Nur Cholis Madjid, Jurgen Habermas, Wahid Institut, Paul F Knitter, dan Sunarko memiliki pandangan cara menghadirkan agama pada ruang publik sekolah. Pandangan tersebut dapat menjadi prespektif cara mengelolaan ruang publik sekolah di SMAN 1 dan SMAN 2 Purwokerto. Studi dilakukan secara penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil studi menunjukkan ada cara pengelolaan ruang publik yang relatif berbeda pada SMAN 1 dan SMAN 2 Purwokerto. Pengelolaan ruang publik di SMAN 1 puwokerto dapat dikelola secara netral secara keagamaaa, walaupun Islam menjadi agama mayoritas di sekolah tersebut. Sedangkan pengelolana ruang publik di SMAN 2 Purwokerto lebih dominan pada dominasi kultur keagamaan Islam trandisional. Namun masih ada ruang bagi siswa non muslim untuk mengekspresikan keagamaannya di ruang publik sekolah.

Item Type: Monograph (Laporan Penelitian)
Uncontrolled Keywords: Agama, Ruang Publik Sekolah, SMAN Banyumas, Siswa Beda Agama.
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education > 371.8 Students
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora > Studi Agama - Agama
Depositing User: Restu Umar Fauzi
Date Deposited: 27 Oct 2016 06:32
Last Modified: 07 Nov 2016 08:14
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/1413

Actions (login required)

View Item View Item