PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI WOMAN CRISIS CENTRE SRIKANDI KABUPATEN BANJARNEGARA)

Farah Dibba, Natanegari (2021) PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI WOMAN CRISIS CENTRE SRIKANDI KABUPATEN BANJARNEGARA). Skripsi thesis, Universitas Negeri Islam Prof. KH. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
COVER_ABSTRAK_DAFTAR ISI_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
FARAH DIBBA NATANEGARI_PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perlindungan terhadap anak korban kekerasan seksual adalah upaya untuk menanggulangi anak pasca terjadinya kekerasan seksual. Perlunya kesadaran bagi negara, pemerintah dan kerabat dekat untuk mengawasi anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Akan tetapi kekerasan seksual pada anak masih banyak terjadi karena perbuatan orang dewasa yang kurang memahami kewajiban melindungi anak yang dianggap masih lemah. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan perlindungan bagi anak korban kekerasan seksual oleh lembaga sosial Woman Crisis Centre Srikandi kemudian apakah telah sesuai dengan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari subjek penelitian yaitu dari Ketua dan 2 orang staf Woman Crisis Centre Srikandi serta 2 anak korban kekerasan seksual. Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, kitab, artikel, karya ilmiah, dan dokumen-dokumen yang mempunyai hubungan dengan penelitian. Teknik pengolahan data diperoleh dari lapangan, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dengan pola pikir analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlindungan anak korban kekerasan seksual oleh Woman Crisis Centre Srikandi Banjarnegara adalah dengan melaksanakan SOP yang merupakan bagian dari mekanisme kerja P2TP2A dan Undang-Undang perlindungan anak. Perlindungan tersebut telah sesuai dengan perlindungan yang diatur oleh hukum Islam, karena ada kesamaan dengan hukum Islam yaitu adanya pemenuhan hak-hak anak dan mengaktegorikan tindak pidana kekerasan seksual sebagai tindak pidana berat. Di samping persamaan, antara keduanya juga memiliki beberapa perbedaan yang terletak pada pemberian sanksi hukuman terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Perlindungan Anak, Korban Kekerasan Seksual, Woman Crisis Centre Srikandi Banjarnegara
Subjects: 000 Generalities > 001 Knowledge
000 Generalities > 002 The book
000 Generalities > 003 Systems
000 Generalities > 030 General encyclopedic works
2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.37 Menyusui dan Mengasuh
2x4. Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
2x4. Fiqih > 2x4.6 Qada (Peradilan)
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.11 Sistem
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.2 Politik
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.2 Politik > 2x6.22 Sistem Pemerintahan
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.2 Politik > 2x6.23 Ideologi Negara
300 Social sciences > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Farah Dibba Natanegari sdri
Date Deposited: 24 Aug 2021 20:09
Last Modified: 24 Aug 2021 20:09
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/11078

Actions (login required)

View Item View Item