TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN PENDAPAT TOKOH AGAMA TENTANG PRAKTEK JUAL BELI TANAMAN SECARA ADOL POTONGAN (Studi Kasus di Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga)

VEMBER WAHYU AFANDI, 1123202007 (2016) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN PENDAPAT TOKOH AGAMA TENTANG PRAKTEK JUAL BELI TANAMAN SECARA ADOL POTONGAN (Studi Kasus di Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga). Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
Cover, Bab I, V, Daftar Pustaka.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
VEMBER WAHYU AFANDI_1123202007.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Praktek jual beli tanaman secara adolpotongandi Desa CandiwulanKec. KutasariKab. Purbalingga merupakan sebuah bentuk akad dengan menjual tanaman seperti dukuh dan petai untuk diambil buahnya dalam jangka waktu beberapa musim. Pihak pembeli (pedagang buah dan pengepul buah) menyerahkan uang pada saat terjadinya akad meskipun buah dari tanaman yang diakadkan belum nampak.Dalam pelaksanaan jual-beli tanaman dengan jangka waktu lebih dari satu musim, nampak adanya unsur ketidakpastian/spekulasi hasil. Para pelaku jual beli tanaman secara adol potongan tersebut beragama Islam dan bahkan praktek jual beli ini diketahui oleh tokoh-tokoh agama. Berdasarkan uraian tersebut, pokok masalah penelitian ini adalah 1) bagaimana pendapat tokoh agama tentang jual beli tanaman secara adolpotongan. 2) bagaimana tinjauan hukum islam terhadap praktek jual beli tanaman secara adolpotongan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (fieldresearch) dan sifat penelitiannya adalah kualitatif. Skripsi ini menggunakan metode observasi, wawancara dengan teknik purposive sampling,dan dokumentasidalam pengumpulan datanya. Sedangkan untuk menganalisis data yang telahterkumpul, penulis menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif yakni sebuah metodeyang dipakai untuk menggambarkan secara obyektif pelaksanaan jual beli tanaman secara adol potongan dan pendapat tokoh agama di Desa Candiwulan. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa terjadi perbedaan pendapat tokoh agama, ada yang memperbolehkan dengan alasan faktor kebutuhan perekonomian yang sangat mendesak dan melarang praktek jual beli tanaman secara adolpotongan dengan alasan tidak memenuhi syarat dalam jual beli yaitu buah yang menjadi objek jual beli sangat rentan tidak terpenuhi karena tidak dapat dipastikan apakah tanaman tersebut akan berbuah atau tidak berbuah. Selain itu, Dalam jual beli tanaman secara adol potongan tidak terjadi kepemilikan yang sempurna dan mengandung riba. Selain itu, praktek praktek jual beli tanaman secara adolpotongan di Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga merupakan pengalihan nama akad dari jual beli mu'a>wamah yang haram hukumnya. Kata kunci: JualbeliAdol Potongan, Jual beli mu’a>wamah, Candiwulan, dan Pendapat tokoh agama

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion > 290 Other and comparative religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice
300 Social sciences > 330 Economics
300 Social sciences > 330 Economics > 336 Public finance
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Indah Wijaya Antasari
Date Deposited: 02 Jun 2016 06:59
Last Modified: 02 Jun 2016 06:59
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/107

Actions (login required)

View Item View Item