STUDI KOMPARATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI'I TENTANG TAWAF BAGI ORANG YANG BERHADAS

NUR'AINI, MAYASARI (2021) STUDI KOMPARATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI'I TENTANG TAWAF BAGI ORANG YANG BERHADAS. Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
Cover_Bab I_Bab V_Daftar Pustaka.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Nur'aini Mayasari_ Studi Komparatif Pendapat Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i Tentang Tawaf Bagi Orang yang Berhadas.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Hadas merupakan suatu kondisi seseorang yang menyebabkan terhalangnya orang tersebut melakukan suatu ibadah misalnya salat dan tawaf. Hadas dibagi menjadi dua macam yaitu hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil dapat disucikan dengan cara berwudhu, sedangkan hadas besar yaitu hadas yang bisa di sucikan dengan mandi wajib. Suci dari hadas merupakan syarat seseorang untuk melakukan suatu ibadah tertentu misalnya dalam ibadah tawaf. Tawaf adalah suatu rangkaian dalam pelaksanaan ibadah haji. Tawaf merupakan kegiatan mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali, dalam pelaksaannya resiko bersentuhan antara laki-laki dan perempuan tidak dapat dihindarkan karena berada pada satu tempat yang sama, sehingga para ulama khususnya Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i berbeda pendapat mengenai hukum tawaf bagi orang yang berhadas apakah membatalkan tawaf atau tidak. Dari persoalan inilah sehingga penulis tertarik untuk mengkaji dan menelitinya. Penelitian yang penulis lakukan termasuk penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah yuridis normatif, yakni penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data skunder sebagai dasar untuk diteliti dengan cara penelusuran berdasarkan literatur-literatur yang berkaitan dengan batalnya wudhu karena bersentuhan dengan lawan jenis dalam tawaf. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan yaitu, Kitab Mazhab Hanafi karya Ibn Mas’ud al-Kasani Badāi‘ ash-Shonāai‘ fī tartībāl al-Syarāi‘ dan Kitab Mazhab Syafi’i karya Imam Nawawi yaitu Al-Iīḍāḥa fiī Manāsik al- ḥaj wal‘ Umrah, Kitab karya Wahbah Zuhaili yaitu al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh. Menurut Mazhab Hanafi dalam keadaan berhadas tidak membatalkan tawaf karena Mazhab Hanafi menganggap bahwa tidak semua ibadah disyaratkan untuk suci dari hadas. hal ini karena mereka mengqiyaskannya seperti dalam hal menjalankan ibadah puasa yang dapat digantikan di waktu lain. Sedangkan menurut Mazhab Syafi’i dalam melakukan suatu ibadah dalam keadaan berhadas adalah batal, akan tetapi khusus dalam ibadah tawaf Mazhab Syafi’i membolehkan seseorang tetap melaksanakan tawaf karena sulit menghindari persentuhan dengan lawan jenis dalam satu tempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Wudhu, Tawaf, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi’i.
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.1 Ibadah > 2x4.15 Haji dan Umrah
2x4. Fiqih > 2x4.8 Fiqih dari Berbagai Faham/ Mazhab
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Nur'aini Mayasari sdr
Date Deposited: 09 Jul 2021 03:34
Last Modified: 09 Jul 2021 03:34
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/10282

Actions (login required)

View Item View Item