POLIGAMI PERSPEKTIF MUHAMMAD SYAHRUR DAN HAMKA

Yodan, Trilutfi (2021) POLIGAMI PERSPEKTIF MUHAMMAD SYAHRUR DAN HAMKA. Skripsi thesis, IAIN Purwokerto.

[img]
Preview
Text
YODAN TRILUTFI - SKRIPSI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Poligami merupakan suatu perkawinan yang membolehkan seorang suami memiliki istri lebih dari satu dan dibatasi adalah empat orang istri berdasarkan al-Qur’an surat al-Nisa>’ (4): 3. Namun dalam memahami ayat tentang poligami tidak jarang terjadi perbedaan sehingga menimbulkan pro dan kontra. Perlu pemahaman yang mendalam untuk memahami ayat tentang poligami tersebut, dengan melihat sejarah pelaksanaan poligami yang dilakukan Rasulullah dan juga melihat situasi dan kondisi masyarakat, apakah perlu adanya poligami atau tidak? sehingga dapat menjadi sebuah solusi atau sebaliknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemikiran Muhammad Syahrur dan Hamka beserta metode istinba>t} yang dipakai kedua tokoh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan data dan informasi yang bersumber dari data-data kepustakaan seperti buku, jurnal, atau artikel yang mendukung penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana konsep poligami perspektif Muhammad Syahrur dan Hamka beserta solusi-solusi yang ditawarkan kedua tokoh mengenai poligami. Agar tidak ada kesalah pahaman mengenai praktik poligami yang terjadi di masyarakat. Metode analisis data yang digunakan penulis adalah content analysis dan komparatif. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan penulis yaitu buku karya Muhammad Syahrur yang berjudul “al-Kita>b wa al-Qur’a>n: Qira>’ah Mu’a>s{irah” dan buku karya Hamka yang berjudul “Tafsir al-Azhar”. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa konsep poligami perspektif Muhammad Syahrur dan Hamka terjadi perbedaan penafsiran, meskipun menggunakan dasar yang sama yaitu Q.S. al-Nisa>’ (4): 3 namun pendapat yang dikemukakan berbeda. Muhammad Syahrur membolehkan poligami bahkan menganjurkannya namun dengan syarat yang ketat yaitu istri kedua, ketiga, dan keempat adalah janda yang mempunyai anak yatim yang belum mencapai umur baligh yang kehilangan ayahnya, sementara ibunya masih hidup dan dibatasi memiliki empat orang istri tidak lebih. Kedua, harus mempunyai rasa khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak yatim. Sedangkan Hamka mengatakan lebih baik monogami agar terhindar dari perilaku tidak adil yang membuat kezaliman, meskipun poligami diperbolehkan namun dengan sifat yang mendesak, artinya poligami adalah jalan keluar ketika istri tidak sanggup melayani kebutuhan suami karena suatu penyakit yang permanen atau karena problem sosiologis seperti peperangan yang menyebabkan angka janda naik dan memerlukan penyelesaian melalui jalur pernikahan. Kata kunci: Poligami, Muhammad Syahrur, Hamka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: yodan trilutfi, poligami, muhammad syahrur, hamka
Subjects: 2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.01 Filsafat, Teori, Metodologi Al Qur'an
2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Yodan Trilutfi sdr
Date Deposited: 30 Apr 2021 07:31
Last Modified: 30 Apr 2021 07:31
URI: http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/10086

Actions (login required)

View Item View Item